UMAT ISLAM TOLAK KONDOMISASI
oleh : Nur fitriyah asad
Aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan Unlam Banjarmasin
Pemerintah kelihatannya begitu bersemangat untuk memerangi HIV/AIDS dengan program "kondomisasi" nya. Di Bogor Jawa Barat, misalnya, bertepatan dengan hari AIDS se-dunia pemerintah membagi-bagikan kondom gratis. Sebanyak 282 boks kondom dibagi-bagikan secara gratis oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Global Pants serta Dinas Kesehatan da Kebudayaan kota Bogor kepada hotel-hotel losmen serta wisma. Kondom gratis juga dibagikan kepada kelompok waria dan kaum gay di bogor.
Kemudian untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kondom tersebut, pemerintah juga mendirikan sejumlah ATM kondom yang recananya akan disebar di beberapa daerah da kota-kota besar. Jadi nanti kalau ada yang masuk ke 'kotak' ATM, itu bukan untuk narik uang, tapi untuk menarik kondom yang harganya 500 perkondom dan tersedia dalam tiga rasa. Rasa chocolate, vanilla dan strawberry. Jijay gila!
Alasan pemerintah dengan program 'kondomisasi" nya didasarkan pada 'niat suci' untuk memberantas HIV/AIDS, Namun solusi ini memicu permasalahan lain yang lebih besar. Perzinahan akan semakin menggila di masyarakat dan semakin tak terbendung lagi. Pemerintah seharusnya memberantas zina, ini malah menfasilitasinya. Para remaja akan merasa 'lebih aman' melakukan zina, dan mereka yang belum pernah melakukan akan coba-coba untuk melakukannya juga. Saya pribadi, kalau gak kuat iman, barangkali bisa ikut-ikutan terjerumus, apalagi rangsangan-rangsangan yang memicu 'pikiran kotor' terus menerus di propagandakan lewat VCD porno majalah porno, film-film/sinetron porno dan juga goyang yahud artis-artis. Mana tahaaaan! Naudzubillah min dzalik.
Kalau pemerintah memang berniat keras memberantas penyakit HIV/AIDS, kenapa pemerintah tidak memberantas seks bebas dab fasilitas-fasilitas pendukungnya? Bukankah tidak diragukan lagi kalau faktor inilah yang menjadi pemicu utama mengganasnya HIV/AIDS di masyarakat? Kenapa harus dengan "kondomisasi" yang semakin membuka jalan perzinahan? Kemudian "kondomisasi" belum terbukti ampuh dalam memberantas HIV/AIDS. Buktinya, negara-negara yang lebih dahulu mempraktekkan "kondomisasi" ini ternyata HIV/AIDS tetap tinggi dan tetap meningkat.
Saya jadi bingung dengan cara berfikir pemerintah. Kalau dilihat dari permasalahan dan solusi yang tidak nyambung ini kita akan mempertanyakan ada apa sebenarnya dibalik program "kondomisai" yang digemborkan pemerintah? apakah ini ada kerja sama dengan produsen alat kontrasepsi? atau ini merupakan alat untuk menyuburkan liberalisasi budaya Barat, khususnya seks bebas, di Indonesia? Indonesia adalah mayoritas muslim apa program ini dirancang untuk menghancurkan generasi muslim?
Banyak hal yang harus diwaspadai dari kebijakan "kondomisasi" ini. Bukan saatnya kita diam dan pura-pura tidak tahu. ketika pemahaman agama individu keropos pemerintah mendukung, maka kitalah yang masih sadar yang mengambil peran sebagai social control. Karena kalau kita sepakat untuk diam maka berarti kita telah bersepakat untuk membawa negeri ini ke titik kehancurannya. Selamat tinggal!
Untuk para pengelola media sangat diharapkan menjadi kontrol sosial dan kritik atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang salah. Diharapkan media gencar meyebarkan opini tentang bahaya "kondomisasi". "Kondomisasi" akibatnya bisa lebih dahsyat dari bahaya formalin.
Untuk penguasaku... kehancuran seperti apa yang telah engkau rencanakan untuk negeri ini? setelah aborsi legal, kondomisasi, nanti kebijakan apalagi yang ingin egkau keluarkan?
Untuk semua umat Islam... saatnya untuk segera meneyadari bahwa sistem sekuler (sistem yang memisahkan agama dari kehidupan) yang telah diadopsi bertahun-tahun ternyata tidak bisa memberikan solusi yang komprehensif. Tidak ada pilihan lain kita harus mengganti sistem sekuler ini dengan sistem Islam. Karena hanya Islamlah satu-satunya solusi bagi seluruh persoalan kehidupan manusia. Hanya sistem Islamlah yang terbaik bagi umat manusia.
"Apakah hukum jahilliyah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya dari pada Allah bagi orang-orang yang yakin? (Q.S. Al-Maidah [5]:50)
Merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk selalu menjadikan pola pikir dan pola sikapnya berstandnarkan Islam. Menjadikan Islam sebagai qaidah fikriyah (landasan berfikir) dan qiyadah fikriyah (Kepemimpinan berfikir) dalam menjalani segala aktivitas kehidupan. Bukan asas manfaat!
Umat Islam tolak KONDOMISASI! Allahu Akbar!


ini ummu fikri. good oy tulisannya. dikirim ? tulisanku tentang CVM yang kubuat bulan november gak dihiraukan ma b'post. berarti ada indikasi mereka setuju ya dengan cvm (condom vendinh machine)
Posted by: mamanya | January 20, 2006 01:56 AM
assalamu'alaikum ...
gue sepakat banget deh dengan yang udah ditulis.....
kita bisa melihat sendiri buah yang telah dihasilkan oleh "pohon busuk" kapitalisme-sekularisme tidak lain hanyalah "buah pahit" yang dipetik, seks bebas, pergaulan bebas, pelacuran, pornografi, fornoaksi, dll
Sekarang kita bertanya MUNGKIN INI YANG PEMERINTAH HARAPKAN??
Tidak lain dan tidak bukan akar permasalahannya adalah tidak diterapkannya islam secara kaffah(meyeluruh)padahal ISLAM THE ONLY SOLUTION. Wahai kaum muslim marilah kita bersatu menegakan Daulah Khilafah Islamiyah & Hancurkan Kapitalisme, Sekularisme, Demokrasi. Allahu Akbar!!!
Posted by: Ridya | November 12, 2006 08:22 PM